Peranan Sektor Pertanian terhadap Pembangunan Ekonomi

Peranan Sektor Pertanian

Assalamu'alaykum sahabat DESBUD.ID tentu sudah tahu bahwa mayoritas negara sedang berkembang seperti Indonesia merupakan negara agraris, yang barang tentu banyak daerah pertanian. Sektor pertanian menjadi sangat penting peranannya dalam pembangunan. Kebanyakan negara ini mengandalkan sektor pertanian untuk kebutuhan negarana. Lalu kemudian bagaimana kondisi pertanian di Indonesia saat ini?

Sektor pertanian dapat digunakan sebagai sumber modal utama bagi pertumbuhan ekonomi modern. Menurut Mulyani pada negara-negara miskin, pangsa pendapatan pertanian terhadap produk nasional mencapai 50%. Artinya terdapat lebih dari separuh produk nasional berasal dari sektor non-pertanian, seperti industri dan perdagangan.

Sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi suatu negara memiliki peranan yang sangat penting, sebagaimana yang dikemukakan oleh Meier dalam Mulyani sebagai berikut :

  1. Dengan suplai makanan pokok dan bahan baku bagi sektor lain dalam ekonomi yang berkembang
  2. Dengan menyediakan surplus yang diinvestasikan dari tabungan dan pajak untuk mendukung investasi pada sektor lain yang berkembang
  3. Dengan memberi barang konsumsi dari sektor lain, sehingga akan mningkatkan permintaan dari penduduk pedesaan untuk produk dari sektor yang berkembang, dan
  4. Dengan menghapus kendala devisa melalui peerimaan devisa dengan ekspor atau dengan menabung devisa melalui subtitusi impor.
Negara agraris seperti di Indonesia sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Pembangunan pertanian di Indonesia dianggap sangat penting dibandingkan dengan keseluruhan pembangunan ekonomi, terlebih saat sektor pertanian menjadi penyelamat perekonomian nasional pada saat sektor non pertanian mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini dilandasi pentingnya pertanian di Indonesia, karena :

  1. Potensi sumber dayanya yang besar dan beragam
  2. Pangsa terhadap pendapatan nasional cukup besar
  3. Besarnya penduduk yang meggantungkan hidupnya pada sektor ini, dan 
  4. Menjadibasis pertumbuhan di pedesaan

Ironisnya, potensi pertanian yang besar namun mayoritas pertanian termasuk golongan miskin. Sehingga mengidentifikasikan bahwa pemerinta bukan saja kurang memberdayakan petani tetapi sektor pertanian secara keseluruhan.

Terdapat beberapa syarat supaya pembangunan pertanian dapat berkembang dengan baik, menurut A.T. Mosher dalam Mulyani sebagai berikut :

Terdapat syarat mutlak pembangunan pertanian seperti : Pasar untuk hasil pertanian, Perkembangan teknologi, Bahan dan alat produksi tersedia secara lokal, Perangsang produksi bagi petani, Disktribusi yang lancar dan terus menerus. Selain itu, erdapat syarat pelancar pembangunan pertanian seperti : Pendidikan pembanungan, Kredit produksi, Kegiatan gotong royong petani, Perbaikan dan perluasan tanah pertanian, serta Perencanaan nasional pembangunan pertanian.

Lalu, bagaimana dengan kondisi dan kebijakan pertanian di Indonesia? Apakah kebijakan pertanian di Indonesia telah mencapai tujuan yang diharapkan? Sektor pertanian yang maju, produktif, dan kesejahteraan petani menjadi lebih merata? Berikut ini beberapa kebijakan pertanian di Indonesia berdasarkan kajian dalam buku Mulyani.

BIMAS (Bimbingan Massal) dan INMAS (Intensifikasi Massal)

Bimas merupakan suatu sistem penyuluhankepada petani ke arah usaha tani yang lebih baik dan lebih maju, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dairi hasil taninya. 

Kebijakan Kredit Pertaian

Menurut ahli, lembaga perkreditan di pedesaan berperan sebagai lambang ikatan antara golongan kaya dengan golongan miskin. Namun dapat diartikan sebagai suatu bentuk tenggang rasa yang dimanifestasikan dalam bentuk barang. Lembaga perkreditan ini bertujuan memberikan bantuan modal kepada pengusaha kecil agar lebih termotivasi dalam meningkatkan kegiatan usahanya.

Kebijkan Harga 

Pemerintah memiliki kebijakan harga harga minimum atau biasa disebut sebagai konsep kebijakan harga dasar (floor price) dengan nama "rumus tani". Konsep ini memperhatikan hubungan antara dua unsur sarana produksi yang terpenting, yaitu pupuk dan harga hasil produksi. Selain itu, pemerintah memiliki kebijakan harga tertinggi atau yang disebut harga maksimum (celling price) yang ditujukan untuk dua belah pihak antara produsen dan konsumen. Pemerintah mengupayakan agar rakyat dapat memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan pokoknya.  Upaya ini ditempuh pemerintah dengan cara kebijakan pengadaan, dengan pemberian subsidi harga atau dengan kebijakan-kebijakan lainnya.

Dengan melihat fenomena yang terjadi saat ini, bagaimana arah kebijakan pemerintah pada sektor pertanian saat ini? Kemukakan pendapatmu! 

Related Posts

1 comment

  1. Halooo... Terima kasih atas informasinya. Sangat informatif dan bermanfaat. Jangan lupa klik website walisongo.ac.id

    ReplyDelete

Post a Comment