Demonstration Effect

Ekonomi Pembangunan

Assalamu'alaykum sahabat DESBUD.ID yang dirahmati Allah SWT. Bagaimana kabar saudara hari ini? Semoga Allah senantiasa menjaga kita. Seperti yang telah kita sepakati sebelumnya, bahwa kita akan melakukan studi kasus. Silahkan disimak baik-baik, jika ada pertanyaan bisa ditanyakan pada kolom komentar ya. 

Banyak ahli ekonomi berpendapat bahwa salah satu faktor penghambat pembangunan yaitu adanya gaya meniru atas standar konsumsi masyarakat kaya dan negara maju oleh masyarakat dan negara di negara sedang berkembang. Gaya meniru ini oleh Duesenberry (1949) dikatakan demonstration effect. Duesenberry awalnya memakai istilah demonstration effect untuk menjelaskan adanya keterkaitan antara tabungan dan perilaku konsumen di Amerika Serikat. Gaya meniru standar hidup tetangga cenderung bersifat konsumtif tinggi dan mewah dan mengurangi tabungan.

Tulisan adanya demonstration effect dari Duesenberry tersebut oleh Nurkse tahun 1953 diangkat ke tingkat internasional. Menurut Nurkse, ketika penduduk negara terbelakang mengetahui gaya hidup masyarakat di negara maju, mereka memiliki hasrat untuk meniru. Hasrat ini yang membuat perilaku konsumsinya akan barang-barang mewah yang tidak dimiliki oleh penduduk lainnya semakin kuat, menjadikannya memiliki gaya hidup baru yang lebih konsumtif. Orang yang memulai akrab dengan perilaku seperti itu adalah para pejabat, turis asing, para pelajar yang pulang studi dari negara maju, orang-orang kaya tertentu. Media pemicunya yaitu film, radio, televisi, sekarang ditambah dengan internet. Kecanggihan media komunikasi dan semakin mudahnya sarana transportasi udara saat ini, semakin memperkuat meluasnya demonstration effect di berbagai belahan dunia, bukan hanya melanda masyarakat golongan kaya, tapi juga merasuk pada masyarakat kelas menengah dan bawah. Bahkan untuk menopang hidup mewahnya kekurangmampuan secara ekonomi ditutup dengan utang. Gaya hidup seperti itu bukan hanya pada berbagai lapisan golongan masyarakat, tapi juga sudah masuk menjebak banyak negara.

Banyak pemerintah di negara sedang berkembang terjebak meniru kemajuan di negara-negara maju, membangun pusat perbelanjaan mewah, hotel mewah, kereta api cepat, bandar udara, kantor pemerintahan mewah, dan pembangunan belum perlu lainnya. Dari sinilah awal pemerintaham kurang memperhatikan kebutuhan paling esensial untuk rakyatnya yaitu mengurang tingkat kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, kesehatan dan pendidikan rakyatnya. Keinginan meniru negara berkembang secara berlebihan seperti negara maju tersebut, menjadikan kemampuan menabung negara sedang berkembang sangat rendah, bahkan banyak negara berkembang terjebak menutupi pembangunannya dengan utang luar negeri. Demonstration effect juga berakibat pada meningkatkan permintaan terhadap barang impor, melahirkan tekanan inflasi, ketidakseimbangan neraca perdagangan dan pembayaran internasional, serta semakin tidak berkembangnya industri dalam negeri.

Keinginan sangat kuat adanya demonstration effect seringkali datang dari pemerintah, politisi dan swasta untuk belanja secara berlebihan pada hal-hal besar, dianggap hebat dan mewah karena didorong keinginan untuk memamerkan keberhasilan pembangunannya secara material seperti jalan raya, transportasi mewah, hotel dan restoran mewah, hunian megah dan mewah, sarana rekreasi serta pusat perbelanjaan mewah, serta simbol-simbol pembangunan fisik lainnya. Mereka meniru pembangunan fisik di negara maju, disaat masih banyak rakyatnya kekurangan atas kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan (Jhingan, 2015). Mereka terlalu berlebihan mengalokasikan sumber daya pembangunannya untuk hal yang belum dianggap waktunya, dibanding dengan masalah sangat darurat sedang dihadapi oleh sebagian penduduknya, yaitu berbagai masalah keterbelakangan, kemiskinan, pengangguran, rendahnya sarana dan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Sumber : Bank Indonesia

Berdasarkan studi kasus tersebut, saya memiliki tantangan untuk saudara yang memiliki jiwa pembelajar. Silahkan simak Challenge nya melalui LINK DISINI

Petunjuk :

  1. Follow IG @desibudiono
  2. Simaklah Challenge
  3. Jawablah tantangan tersebut dalam bentuk video
  4. Buat dengan ide kreatif saudara, kemudian upload di IG dengan tagar #EPChallenge #DemonstrationEffect #pendidikanekonomi #ummetro dan tag @desibudiono dan @pendidikanekonomi_ummetro
  5. Kirimkan link postingan saudara di kolom komentar postingan #EPChalleng atau KLIK DISINI
  6. Anda memiliki waktu 3 hari untuk menyelesaikan tantangan ini

Semangat mencoba!

Related Posts

Post a Comment