Perkembangan Pada Masa Kanak-Kanak


Assalamu'alaykum sahabat DESBUD.ID pasti pernah mengalami masa kanak-kanak kan? Masa ini adalah masa yang menyenangkan. Dunia kanak-kanak adalah dunia bermain. Hanya ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menapakkan kaki di bumi Allah. 

Perkembangan Biologis (Fisik dan Motorik) Pada Masa Kanak-Kanak

Pertumbuhan masa kanak-kanak awal tidak terjadi sepesat pada masa bayi (Santrock, 2002; Monks dkk., 1998). Pada tahun pertama, bayi tumbuh dengan pesat, pada tahun kedua, pertumbuhan mulai melambat, dan pada tahun ketiga, pertumbuhan semakin melambat. Pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2,5 – 3,5 kg setiap tahun.Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai tujuh kali berat pada waktu lahir.

Postur tubuh anak pada masa kanak-kanak awal ada yang berbentuk gemuk (endomorfik), berotot (mesomorfik) dan ada juga yang relatif kurus (ektomorfik). Perbandingan tubuhnya sangat berubah tidak lagi seperti bayi, namun gumpalan pada bagian-bagian tubuh berangsur-angsur berkurang dan tubuh cenderung berbentuk kerucut, dengan perut yang rata (tidak buncit), dada lebih bidang dan rata, bahu lebih luas dan lebih persegi. Lengan dan kaki lebih panjang dan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.

Tulang dan otot anak mengalami tingkat pengerasan yang bervariasi pada bagian-bagian tubuh. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan berat, sehingga anak lebih kurus meskipun beratnya bertambah. Selain itu selama 4 – 6 bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, 4 gigi bayi yang terakhir yakni geraham belakang muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal yakni gigi seri tengah yang pertama kali lepas, dan digantikan gigi tetap. Akhir dari masa kanak-kanak awal biasanya anak memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah di mana gigi tetap akan muncul.

Keterampilan umum yang sering dilakukan anak-anak biasanya menyangkut keterampilan tangan dan kaki. Keterampilan dalam aktivitas makan dan berpakaian sendiri biasanya dimulai pada masa bayi dan disempurnakan pada masa kanak-kanak awal. Kemajuan terbesar keterampilan berpakaian antara usia 1,5 dan 3,5 tahun. Pada saat anak-anak mencapai usia Taman Kanak-kanak, mereka sudah harus dapat mandi dan berpakaian sendiri, mengikat tali sepatu dan menyisir rambut dengan sedikit bantuan atau tanpa bantuan sama sekali. Antara usia 5 dan 6 tahun sebagian besar anak-anak sudah pandai melempar dan menangkap bola. Mereka dapat menggunakan gunting, dapat membentuk tanah liat, bermain membuat kue-kue dan menjahit, mewarnai dan menggambar dengan pinsil atau krayon. Mereka juga sudah dapat menggambar orang. 

Pada usia 3-5 tahun, perkembangan motorik kasar anak antara lain: berjalan dengan berbagai variasi, berlari, memanjat, melompat, menari, melempar, menangkap, dan lain sebagainya. Termasuk perkembangan fisik anak adalah kemampuan mengontrol buang air besar dan kecil. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan menggunakan toilet (toilet tranning).

Perkembangan Kognitif Pada Kanak-Kanak

Pada masa kanak-kanak awal, anak berpikir konvergen menuju ke suatu jawaban yang paling mungkin dan paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada tahap perkembangan praoperasional (2 – 7 tahun), istilah praoperasional menunjukkan pada pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada tahap praoperasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan baik (Santrock, 2002), yang sering dikatakan anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis.

Ciri-ciri berpikir tahap praoperasional (2-4 tahun)

  • Dicirikan dengan adanya fungsi semiotik (simbol) mulai usia 2-4 tahun.
  • Imitasi tak langsung yaitu dengan membuat imitasi yang secara tidak langsung dari bendanya sendiri. Contoh: anak bermain pasar-pasaran secara sendirian, meskipun dia sedang bersama temannya yang lain.
  • Permainan simbolis. Contoh: mobil-mobilan dengan balok-balok kecil.
  • Permainan simbolis dapat merupakan ungkapan diri anak.
  • Menggambar. Anak dapat menggambar realistis tetapi tidak proporsional. Contoh: gambar orang yang tidak proporsional.
  • Mengetahui bentuk-bentuk dasar geometris: bulat, bundar, persegi.
  • Gambaran mental masih kacau seperti gambar di bawah ini dipahami anak tidak sebagaimana kebenarannya.
  • Bahasa ucapan. Anak mulai menggunakan suara sebagai representasi benda atau kejadian.
  • Perkembangan bahasa sangat memperlancar perkembangan konseptual anak dan juga perkembangan kognitif anak.
  • Menurut Piaget: perkembangan bahasa merupakan transisi dari sifat egosentris ke interkomunikasi sosial.

Ciri-ciri berpikir tahap praoperasional (4-7 tahun)

  • Berkembangnya pemikiran intuitif mulai 4-7 tahun
  • Pemikiran anak berkembang pesat secara bertahap ke arah tahap konseptualisasi.
  • Belum bisa berpikir multidimensi.
  • Egosentris. Anak belum bisa melihat dari perspektif orang lain.
  • Adaptasi yang tidak disertai gambaran yang akurat. Ingatan recognition dan ingatan evocation.
  • Reversibilitas belum terbentuk. Anak belum mampu untuk meniadakan suatu tindakan dengan memikirkan tindakan tersebut dalam arah yang sebaliknya. Misalnya anak belum memahami jika listrik dipadamkan, maka komputer tidak bisa dinyalakan sebab tidak ada arus listrik.
  • Pengertian kekekalan belum lengkap. Anak-anak belum memahami bahwa manusia yang mati akan hidup kembali di alam akhirat.
  • Klasifikasi figuratif. Anak-anak mengklasifikasikan sesuatu berdasarkan gambarnya, mereka mengatakan sebuah gambar yang telah diputar letaknya berbeda dengan gambar sebelumnya.
  • Relasi ordinal/serial. Anak masih kesulitan mengurutkan suatu seri. Misalnya anak masih kesulitan mengurutkan gambar berseri tentang suatu peristiwa.
  • Kausalitas. Banyak bertanya “mengapa?” Pertanyaan mengapa merupakan pertanyaan yang paling banyak diajukan anak, sebab mereka sangat ingin mengetahui alasan segala sesuatu yang mereka lihat dan mereka dengar. Misalnya jika orang tua mengatakan mereka tidak boleh bermain di jalan raya, meraka akan spontan bertanya: “Mengapa tidak boleh bermain di jalan raya.”

Rasulullah juga pernah menjawab pertanyaan anak-anak ketika mereka bertanya dimana Tuhan. Rasulullah menjawab Tuhan ada di langit. Jawaban Rasulullah ini menunjukkan bahwa tidak boleh apriori dengan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan anak-anak, sebab bertanya merupakan kunci mendapatkan pengetahuan. Allah berfirman dalam Alquran surat as-Saff√Ęt (37) : 154-156 sebagai berikut:

Artinya: Apakah yang terjadi padamu? bagaimana (caranya) kamu menetapkan? Maka Apakah kamu tidak memikirkan? atau Apakah kamu mempunyai bukti yang nyata?

Ayat ini menjelaskan kecaman terhadap orang-orang yang tidak menggunakan pikirannya untuk menganalisa ciptaan Allah. Kemampuan mempertanyakan segala sesuatu tumbuh dan berkembang sangat pesat pada masa anak-anak, maka orang tua tidak boleh memangkas perkembangan tersebut dengan sikap merendahkan pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan anak.

Perkembangan Sosio-Emosional Masa Kanak-Kanak

  • Perkembangan sosial-emosional terintegrasi dengan perkembangan aspek lainnya seperti perkembangan kognitif dan perkembangan motorik.
  • Dalam bermain anak mengalami perubahan dari permainan solitair, paralel, sampai ke permainan asosiatif. Dari bermain anak belajar sejumlah peraturan sosial.
  • Anak pada masa kanak-kanak awal menurut perkembangan psikososial Erikson berada pada tahap perkembangan otonomi vs rasa malu dan ragu-ragu, serta perkembangan inisiatif vs rasa bersalah.
  • Perkembangan self diawali dari perasaan diri secara fisik seperti ’saya adalah anak perempuan’, ’saya berambut panjang’, kemudian berkembang menjadi perasaan diri yang lebih bersifat psikologis, seperti ’saya pandai melompat’, ’saya disenangi orang banyak’. Perkembangan self yang baik akan meningkatkan self-esteem yang positif. Anak yang memiliki self-esteem positif akan lebih berprestasi, lebih percaya diri, dan lebih mandiri serta ramah.
  • Anak yang populer terbukti memiliki keterampilan sosial lebih tinggi dibanding dengan anak yang kurang populer. Anak yang populer terlibat dalam hubungan dengan teman sebaya yang lebih kompleks, dan hal ini lebih menguntungkan dan meningkatkan lagi bagi perkembangan kognitifnya.
  • Anak-anak yang mengalami konflik dan tidak mampu menyatakan secara verbal akan mencoba menyelesaikan konfliknya dengan kekuatan fisik. Oleh karena itu belajar menyatakan perasaannya untuk menyelesaikan konflik secara verbal menjadi hal yang sangat penting bagi anak pada masa kanak-kanak awal.
  • Perilaku prososial dapat berkembang apabila anak diajarkan untuk berpikir dengan cara sudut pandang orang lain, hal ini dapat diperoleh melalui permainan pura-pura.
  • Anak-anak mengalami perkembangan emosi dari senang, marah, dan susah menjadi malu, kecewa dan sebagainya. Pada masa ini anak tidak hanya perlu belajar bagaimana cara mengekspresikan emosinya, tetapi juga perlu belajar mengendalikannya.
  • Anak masa kanak-kanak awal sering mengembangkan stereotipi tentang gender yang salah, seperti ’anak perempuan tidak boleh menjadi polisi’. Pendidik mempunyai peranan penting untuk mengajarkan anak sadar akan gendernya sendiri, menentang berkembangnya stereotipi tentang gender yang salah, serta mendorong anak-anak bermain secara lintas gender.

Tugas Perkembangan

Seperti fase perkembangan sebelumnya dan juga fase-fase yang lain, maka menurut Havighurst fase kanak-kanak awal ini juga disertai tugas-tugas perkembangan yang perlu dilakukan oleh seorang anak dengan baik, karena dengan terpenuhinya tugas perkembangan ini dengan baik, seorang anak dapat menjalani fase berikutnya dengan lebih lancar, dan menjalani kehidupannya dengan bahagia (Havighurst, dalam Monks dkk, 1998). Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal ini adalah sebagai berikut:
  1. Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
  2. Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang-orang lain.
  3. Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan realitas sosial.
  4. Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata hati.

Implikasi Dalam Pendidikan

Sebagai pendidik, anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, agar pertumbuhan anak secara konsisten terjamin berjalan baik.Sehubungan dengan perkembangan motorik tangan, anak dapat dilatih kemandirian yang berkait dengan kehidupan sehari-hari seperti berpakaian sendiri, mandi sendiri, dan lain sebagainya. Selain itu, anak muali dilatih menggunakan gunting, pensil maupun crayon untuk mengembangkan keterampilan motorik halusnya. Untuk perkembangan motorik kaki, anak dapat distimulasi dengan permainan sepeda roda tiga, bermain bola, dan permainan lain yang banyak mengaktifkan kaki.

Sehubungan dengan perkembnagan kognisi anak pada masa kanak-kanak awal, pendidik perlu mendorong anak melakukan kolaborasi dengan orang dewasa atau anak yang lebih besar usianya untuk menstimulasi perkembangan kognisinya di daerah sekitar kematangannya (zone of proximal development), karena pada masa ini memang kognisi anak belum terorganisasi dengan baik, sehingga melalui kolaborasi dengan orang lain yang dapat membimbing anak, maka pengetahuan-pengetauan yang dipekenalkan pada anak, meski belum menjadi pengetahuannya secara permanen, tetapi akan mempunyai fungsi mengakselarasi pemerolehan pengetahuan tersebut pada saat kematangan tiba saatnya. Dengan demikian pengembangan pada masa ini cukup bersifat pengenalan-pengenalan realistik. 

Anak perlu mengenal secara fisik adanya perbedaan jenis kelamin antara anak perempuan dengan anak laki-laki, hal ini dapat dilakukan melalui permainan.Selain itu anak perlu diajarkan berperilaku dalam batas-batas yang disetujui masyarakat sesuai dengan peran jenisnya. Misalnya anak laki-laki dilarang menggunakan pakaian anak perempuan. Dalam hal ini, anak perempuan relatif lebih ditolerir untuk menggunakan pakaian laki-laki.

Anak-anak perlu diperkenalkan pada keterampilan sosial sederhana seperti kapan mengatakan terima kasih, maaf, tolong dan sebagainya. Selain itu juga diajarkan membedakan apa yang benar dan apa yang salah, nilai kejujuran, keadilan, persahabatan, tingkah laku prososial dan tanggung jawab sosial. 

Dengan bantuan dan bimbingan orang dewasa, anak diperkenalkan pada konsep-konsep sederhana tentang realitas alam, baik mengenai benda hidup maupun benda mati, serta cara kerja atau berfungsinya benda-benda tersebut.

Demikian penjelasan perkembangan pada kanak-kanak. Kita akan diskusikan lebih lanjut dikelas. Silahkan tulis pertanyaan di kolom komentar.


Related Posts

Post a Comment