Hakikat dan Makna Perkembangan Peserta Didik


Assalamu'alaykum sahabat DESBUD.ID semoga kita selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya. Sahabat, manusia itu selalu bergerak dinamis, berubah dan berkembang. Sejak pada masa prenatal sampai akhirnya nanti jasad berpisah dengan nyawa, manusia akan selalu berubah. Namun demikian perubahan tersebut mengalami kemajuan maupun kemunduran. 

Menurut Hurlock (1980) Perkembangan sebagai rangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Pada dasarnya dua proses perkembangan yaitu pertumbuhan atau evolusi dan kemunduran atau involusi terjadi secara serentak dalam kehidupan manusia. Namun demikian kedua proses ini tidak pernah berhenti sepanjang kehidupan manusia. Pada saat anak-anak pertumbuhan fisik menjadi primadona pertumbuhan dibandingkan bagian lainnya, tetapi pada usia lanjut kemunduran fisik dan perubahan alam pikiran lebih banyak berubah daripada yang lain.

9 (Sembilan) Prinsip Perkembangan Menurut Hurlock

  1. Dasar-dasar permulaan adalah sifat kritis
  2. Peran kematangan dan belajar
  3. Mengikuti pola tertentu yang dapat diramalkan
  4. Semua individu berbeda
  5. Setiap perkembangan mempunyai perilaku karakteristik
  6. Setiap tahap perkembangan mempunyai risiko
  7. Perkembanagn dibantu rangsangan
  8. Perkembangan dipengaruhi perubahan budaya
  9. Harapan sosial pada setiap tahap perkembangan


Dasar-Dasar Permulaan adalah Sifat Kritis

Banyak ahli psikologi menyatakan bahwa tahun-tahun prasekolah merupakan tahapan penting. Pada usia ini diletakkan struktur perilaku yang kompleks yang berpengaruh bagi perkembangan sikap anak pada masa selanjutnya. Misalnya penggunaan tangan kanan atau kiri, dengan latihan yang diberikan orangtua atau guru anak dapat menggunakan tangan kanan lebih baik daripada tangan kirinya.

Kedua, perubahan cenderung terjadi apabila orang-orang di sekitar anak memperlakukan anak dengan baik dan mendorong anak lebih bebas mengekspresikan dirinya. Sikap ini akan mendorong anak tumbuh dan berkembang.

Ketiga ada motivasi yang kuat dari diri individu yang ingin mengalami perubahan. Misalnya anak yang malas berbicara tidak akan menjadi anak yang terbuka di masa yang akan datang.

Peran Kematangan dan Belajar

Perkembangan dapat dipengaruhi oleh kematangan dan belajar. Kematangan adalah terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu, misalnya dalam fungsi yang telah diwariskan yang disebut phylogenetik (merangkak, duduk, dan berjalan). Belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar ini anak-anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan (phylogenetik). Hubungan antara kematangan dan hasil belajar dapat dilihat dalam fungsi hasil usaha (ontogenetik) seperti menulis, mengemudi atau bentuk keterampilan lainnya yang merupakan hasil pelatihan.

Mengikuti Pola Tertentu yag Dapat Diramalkan

Perkembangan mengikuti pola tertentu yang dapat diramalkan. Misalnya perkembangan motorik akan mengikuti hukum arah perkembangan (cephalocaudal) yaitu perkembangan yang menyebar ke seluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukum yang kedua perkembangan menyebar keluar dari titik poros sebtral tubuh ke anggota-anggota tubuh (proximodistal). Contohnya kemampuan jari-jemari seorang anak akan didahului oleh keterampilan lengan terlebih dahulu.

Semua Individu Berbeda

Tiap individu berbeda perkembangannya meskipun pada anak kembar. Anak-anak penakut tidak sama reaksinya dengan anak-anak agresif terhadap satu tahap perkembangan. Oleh sebab itu perkembangan pada tiap manusia berbeda-beda sehingga terbentuk individualitas.


Disadur dari Masganti. 2012. Perkembangan Peserta Didik. Perdana: Medan 


Related Posts

Post a Comment