Tindakan Dan Strategi Menghadapi Risiko Bisnis

13 comments


DESBUD.ID - Alhamdulillah. Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan berbagai produk bentuk alternatif pilihan produk yang beragam, baik dari segi kemasan, cita rasa, manfaat, kualitas, hingga harga yang bervariasi. 

Berbagai kemudahan tersebut mendorong manusia untuk memiliki berbagai produk guna memuaskan dan memudahkan dirinya dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan. Karena produk menawarkan berbagai kelebihan yang dapat membantu memperoleh kecukupan bahkan kemakmuran finansial guna memudahkan dalam memberoeh berbagai produk tersebut, termasuk memasuki wilayah yang berisiko dan di luar kemampuannya.

Maka kita perlu mengatur, mengelola dan merencanakan dengan baik keuangan kita, atau membuat "financial planning" dengan tujuan menghindari timbulnya kerugian. Kajian ilmu menajemen risiko berperan dalam memberi arah dengan penempatan fokus yang sitematis dengan analisis kajian penerapan secara jangka panjang, karena kajian risiko memang merupakan bagian dari penguatan manajemen strategis.


Manajemen PT. Ervia Berikat yang bergerak dibidang perkebunan memenangkan tender penanama 4.000 pohon penghijauan di sebuat pegunungan, dengan nilai tender proyek diperkirakan mencapai Rp 2,4 miliar. Namun karena keterbatasan waktu dan tenaga yang ada maka pihak PT. Ervia Berikat memberikan tender itu secara bawah tangan kepada perusahaan PT. Eni Gading dengan nilai angka proyek yang lebih rendah yaitu Rp 1,9 miliar.

Atas dasar itu maka PT. Eni Gading dengan nilai nominal proyek yang disepakati adalah senilai Rp 1,9 miliar melaksanakan pekerjaan, yang selanjutnya menugaskan karyawannya. Adapun tugas kepada karyawan adalah sesuai dengan job description masing-masing, seperti mencari bibit pohon, pupuk pohon, air penyiram tanaman, peralatan penanaman, pemetaan, dan lain sebagainya. Bagi para karyawan diharuskan untuk merincikan setiap pelaporan dan selanjutnya melaporkan kepada pimpinan PT. Eni Gading.

Bagi pimpinan perusahaan PT. Eni Gading akan berusaha merealisasikan semua pekerjaan tersebut secara lebih baik dan cepat, walaupun ia mengetahui anggaran dananya adalah kecil. Namun bagi pihak perusahaan berkeyakinan bahwa dengan melaksanakan pekerjaan sebaik mungkin maka memungkinkan akan mendapatkan proyek-proyek lain yang lebih banyak lagi terutama dari PT. Ervia Berikat. Dan pelan-pelan mereka berkeyakinan bisa menyimpan keuntungan tersebut untuk mengembangkan perusahaannya menjadi lebih besar. 

Namun disini memang terlihat bahwa asumsi yang dipergunakan oleh PT. eni Gading adalah bersibat cateris paribus, yaitu jika hal-hal lain dianggap semuanya berjalan secara normal. Termasuk kondisi mikro dan makro ekonomi yang cenderung stabil dan pihak pengawas atau auditor ang melakukan pekerjaannya tidak menemukan kejanggalan, dan lain sebagainya. Akan tetapi semua itu bisa berubah pada saat itu berbalik dan manajemen perusahaan PT. Eni Gading akan mengalami risiko besar yang harus ditanggung.

Oleh karena itu salah satu strategi yang akan diterapkan oleh pihak PT. Eni Gading untuk mengubah beberapa pekerjaan agar terlaksana namun itu tidak terlihat, seperti penanaman 4.000 pohon menjadi hanya 3.900 pohon. Dan ukuran besar pohon dalam kesepakatan tingginya 40 cm menjadi bervariasi yaitu 50% berukuran tinggi 40 cm da 50% lagi berukuran tinggi 30 cm. Bahkan jika perlu menanam pohon dengan mencampur yang tinggi hanya 25 cm saja. Dan juga berbagai strategi lainnya.

Atas dasar kasus diatas sahabat diminta untuk menganalisis beberapa kondisi yang mungkin terjadi, dan bagaimana mengatasi masalah tersebut jika terjadi. Serta apakah keputusan yang dilakukan oleh PT. Eni Gading dengan menerima order proyek dari PT. Ervia Berikat adalah dapat dibenarkan, terutama dalam iklim bisnis dewasa ini, karena jika kita melihat asal mula pendaftar dan pemenang tender tersebut, dimana bentuk tindakan fraud yang melanggar etika bisnis tersebut dan apa solusi yang harus dilakukan untuk kasus tersebut.

Silahkan masuk room menggunakan LINK VICON.

Pada akhir perkuliahan, silahkan mengisi daftar hadir dan form penilaian melalui LINK DAFTAR HADIR.


Berdasarkan kasus tersebut, bagaimana solusi dan strategi yang bisa sahabat berikan. Silakan sahabat berikan tanggapannya melalui kolom komentar.

Kajian tentang Ilmu Menajemen Risiko sebenarkan dapat dipelajari pada mata kuliah tersendiri, namun kajian ilmu menajemen risiko berperan dalam memberi arah dengan penempatan fokus yang sitematis dengan analisis kajian penerapan secara jangka panjang, karena kajian risiko memang merupakan bagian dari penguatan manajemen strategis.

Semoga bermanfaat.

 


Mr. Desbud
Media Pembelajar - Berisi informasi pendidikan, materi pembelajaran, pelatihan, seputar dunia pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi.

Related Posts

13 comments

  1. Selamat pagi saya,
    Nama : Ni Sayu Made Indah Wulandari
    Npm : 19210006
    Izin memberikan analisis beberapa kondisi yang mungkin terjadi, pada PT.Ervia Berikat dan pada PT.Eni Gading. Dan cara untuk mengatasi hal tersebut.
    Baiklah hal yang kemungkinan terjadi kepada PT. Ervia dan PT.Eni yang terjadi pada kedua PT tersebut akan mendapat kerugian kepercayaan, dimana PT. Ervia akan mendapat masalah akibat hal yang sudah dilakukan orang yang memberikan tender akan merasa tidak akan puas dengan hasil yang diberikan, kemudian kepercayaan yang diberikan akan berkurang terhadap PT.Ervia karna ketidak mampuan yang ditunjukkan oleh PT. Ervia dalam mengemban tanggung jawab yang sudah di berikan oleh PT.Ervia. Kemudian untuk PT. Eni besar kemungkinan PT Eni juga akan kehilangan kepercayaan dari PT Ervia karena hasil kerja yang dilakukan tidak sesuai dengan yang ditargetkan dan yang sudah ditentukan oleh PT. Ervia, dan bukan tidak mungkin alih-alih mendapat keuntungan tetapi malah kerugian yang di dapat karena dana yang minim yang di dapat oleh PT. Eni dari PT. Ervia.

    Dan menurut saya keputusan PT.Eni untuk menerima tender dari PT.Ervia tidak dapat dibenarkan, karna memang hal yang dilakukan tersebut merupakan pelanggaran etika dalam bermisnis.
    Solusi yang dapat saya tawarkan : Seharusnya PT. Ervia jika keterbatasan waktu dan tenaga tidak memberikan tender tersebut kepada PT. Eni secara mudah dan lepas tangan. Tetapi dengan melakukan kerja sama antara kedua PT tersebut untuk menyelesaikan tender penanaman 4.000 pohon, sehingga dari kerja sama kedua belah pihak akan menciptakan kinerja dan hasil yang bagus yang dapat memberikan kepuasan bagi yang memberikan tender. Jika hal ini dilakukan saya rasa segala kerugian dari ke 3 belah pihak tidak akan terjadi, yang memberikan tender tidak akan kecewa, PT. Ervia tidak akan kehilangan kepercayaan dan tidak dianggap tidak mampu, PT. Enipun justru akan lebih dipercaya lagi karna kinerjanya dalam membantu PT.Eevia berhasil. Dan saya rasa besar pula kemungkinan kedua PT. tersebut pun mendapat keuntungan yang sepadan dengan usahanya.
    Demikian solusi yang bisa saya berikan saya ucapkan.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  2. Assalamualaikum wr.wb
    Nama : Rina Muliawati
    Npm : 19210020
    Izin menanggapi study kasus
    Menurut saya yg dilakukan PT.ervia tidak benar karena memberikan tender dibawah tangan tanpa sepengetahuan pemilik tender, dan PT. Ervia memberikan angka proyek itu 1,9 miliar padahal sebelumnya 2,4 miliar sepertinya PT.ervia tersebut mekorupsi 500 juta di angka proyek tersebut. Sebaiknya PT.ervia tidak melakukan itu jika PT.ervia tidak bisa menjalankan tender ini PT.ervia memberikan semua angka proyek itu semua agar tetap berjalan lancar tender itu untuk penanaman pohon tersebut, lama kelamaan PT.ervia ini tidak dipercaya oleh PT PT lainnya.

    ReplyDelete
  3. Nama : Saras Wati
    Npm : 19210004

    Menurut saya terhadap kasus di atas bahwa P.T ervia Berikat mendapatkan tender sebesar 2.4 M dan P.T Ervia Berikat menyerahkan sepenuhnya kepada P.T Eni Gading yang hanya mendapatkan 1.9 M saja. Hal tersebut tidak benar dan saya tidak setuju.
    Karena tindakan P.T Ervia Berikat sama saja memanipulasi kontrak yg sudah ada, sama saja berbohong dan mendapatkan keuntungan tanpa melakukan tugasnya yg sudah disepakati. Seharusnya P.T Ervia Berikat harus bisa menyelesaikan proyek nya dengan benar dengan jujur sesuai kontrak diawal yang sudah sama-sama disepakati.
    Dan juga untuk P.T Eni Gading seharusnya tidak perlu menerima Proyek yang diberikan P.T Ervia Berikat sama saja melanggar aturan etika berbisnis. Dan juga P.T Eni Ganding mendapatkan 1.9 M sehingga kerja yang di hasilkan tidak maksimal. Seperti penanaman pohon yg seharusnya 4.000 karena keterbatasan biaya hanya menanam 3.9000 dan ukuran pohon juga di manipulasi hal tersebut tidak boleh karena berbohong dan tidak jujur. Karena curang

    ReplyDelete
  4. Assalamualaikum
    Nama : Ervia narimaning tiyas
    Npm : 19210023
    Menurut saya PT. Eni Gading salah saat menerima tender dari PT. Ervia Berikat sebesar 1,9Miliar sedangkan PT. Ervia Berikat memenangkan tender sebesar 2,4miliar seharusnya PT. Ervia Berikat memberikan penawaran terbaik karna terpilih sebagai pemenang tender bukan malah mengurangi tender sebesar 500Juta
    Seharusnya antara PT. Eni Gading dan PT. Ervia Berikat saling bernegoisasi dalam melakukan tender agar kedua perusahaan dapat memaksimalkan keuntungan

    ReplyDelete
  5. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
    Nama : Desi Rahmawati
    Npm : 19210001
    Izin menanggapi Studi Kasus di atas
    Tender merupakan rangkaian kegiatan penawaran yang bertujuan untuk menyeleksi , mendapatkan serta menunjuk perusahaan mana yang paling pantas dan layak untuk mengerjakan suatu proyek.
    Dari kasus di atas, PT. Ervia Berikat sudah melakukan kesalahan dengan mengalihkan tender tersebut kepada PT. Eni Gading, dimana seharusnya proyek tersebut yang bertanggung jawab dan menjalankan proyek adalah PT. Ervia Gading.
    Pengalihan tender tersebut akan mengakibatkan permasalahan seperti banyak nya manipulasi data yang di buat, ketidaksesuaian proyek dengan hasil yang sudah di sepakati, dan mungkin bisa mengakibatkan jerat pidana bagi PT. Ervia Gading, selaku pemenang tender dikarenakan tidak menangani proyek yang sudah diberikan. Adanya hal tersebut juga berakibat hilangnya kepercayaan pemberi tender bagi PT. Ervia Berikat. Dan permasalahan tersebut bisa berakibat dengan sulitnya memenangkan tender pada proyek² selanjutnya, karena PT. Ervia Berikat dinilai tidak bertanggung jawab dan profesional.

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum
    Nama :Nur Istiqomah
    NPM : 19210003
    Dalam study kasus tersebut PT Ervia yang memenangkan tender penanaman 4.000 pohon penghijauan di sebut pergunungan, aturan PT Ervia yang menyelesaikan penanaman pohon tersebut bukam mengalihkan ke PT Eni saya tidak setuju
    Keputusan yang di lakukan oleh PT Eni gading menerima proyek merupakan kesalahan juga, melanggar etika proyek
    Kemungkinan yang terjadi PT Ervia tersebut telah melanggar perjanjian yang telah di buat PT yang berkerja sama menghentikan kerja sama olehnya karena ketidak jujuran PT Ervia dalam tender tersebut
    Cara mengatasinya PT Ervia menyelesaikan tender tersebut walaupun wktunya tidak cukup, PT Ervia harus melakukan dengan jujur dan mengerjakannya karena bila PT Ervia berbicara dengan pemilik tender dan menyesuaikan perjanjian yang ia buat bisa saja PT yang memberikan tender tersebut mencari solusi yang tepat

    ReplyDelete

  7. Nama : Wiwin Ariani
    Npm: 19210031

    Saya tidak setuju jika pt ervia melimpahkan ke pt eni gading
    Karena pt ervia tidak berani mengambil resiko yg di berikan, dan pt ervia akan tidak di percaya utuk kedepannya memegang tender lagi.
    Seharusnya pt ervia berani ambil tender ini karena dengan berani menghadapi resiko utuk kedepannya bisa utuk pembelajaran apabila mengalami resiko dalam bisnisnya

    Dan pt eni gading, sudah melakukan peninjauan supaya tidak mengalami resiko, tetapi di kedepannya bisa jadi resiko seprti terjadi kerugian dari pt eni gading
    Jadi pt eni gadinh agar tidak terjadi kerugian melakukan manipulasi data pohon, serta meperkerjakan pekerja di luar batas tanpa adanya uang lembur.
    Apa yg di lakukan pt ervia dan pt eni gading merupakan sebuah kecurangan.

    Solusi utuk manajemen risiko ini dapat dilakukan dengan beberapa tahap. Mulai dari identifikasi resiko, Membuat Urutan Berdasarkan Kerugian, Mengontrol Risiko, Memantau (Monitoring) dan Meninjau ulang (Review),hingga evaluasi. Beberapa tahapan ini harus dilakukan secara berurutan untuk mempermudah antisipasi dan penanganan masalah.

    ReplyDelete
  8. asalamualaikum wr.wb
    nama : yossy ariyani
    npm : 19210033
    tanggapan saya mengenai kasus tersebut di dunia bisnis banyak sekali hal hal seperti itu di lakukan walaupun kita tau kalau itu curang. menurut saya pt ervia memenangkan tender dan di rasa pt ervia tidak mampu untuk melakukanya sendiri maka dari itu pt ervia menjalin kerja sama dengan pt eni gading supaya proyeknya berjalan lancara. soal yang di katakan kecurangan tadi menurit saya ya wajar sih kalo pt ervia mendapat keuntungan yang lebih dari pt eni karena proyek pt eni gadikan dari pt ervia karna kan setiap bisnis yang di harapkan keuntunganya. dan juga sebelumnya pt eni gading sudah setuju bekerja sama dengan pt ervia tetapi yang di sayang kan pt eni tidak sesuai pelayanannya dengan yang di janjikan. misal pt eni eni gading kecewa dengan dana yang hanya di berikan tidak sesuai kalo menurut saya pt eni harusnya mengerjakan proyek tersebut pelayanannya melebihi dana yang di berikan misal contoh seorang karyawan dengan gaji 5jt tetapi dia bekerja isitilahnya tenaganya lebih dari 5 juta itu maka perusahaan tempatnya bekerja akan merasa tidak enak jika hanya memberi gaji 5 juta begitupun harusnya pt eni gading supaya pt ervia memberikan bonus mungkin atau tambahan dana . dampaknya untuk kedepan mungkin pemilik tender akan kecewa dengan pt ervia dan komplain dan untuk pt prvia mungkin tidak memakai jasa pt eni gading seperti itu menurut saya terimakasih.

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum wr wb
    Nama : Khulli Yatur Rofingah
    NPM : 19210029

    Analisis Etika profesi merupakan hal yang sangat penting bagi semua profesi karena etika tersebut berhubungan secara langsung terhadap timbulnya dampak negatif maupun positif terhadap kesejahteraan banyak orang. Khususnya dalam dunia bisnis, seseorang yang berkecimpung dalam dunia bisnis dituntut mempunyai etika dalam profesinya agar dapat bertanggung jawab dengan apa yang dilakukannya sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Namun apabila etika tersebut tidak dimiliki oleh pekerja tersebut maka akan menghasilkan dampak yang negative berupa kehilangan kepercayaan dari orang lain terhadap pekerja tersebut, seperti yang terjadi pada kasus PT. Makmur Gading dimana terjadi permasalahan mengenai tindakan Fraud yang dilakukan.Yang dimana kedua perusahaan tersebut melakukan tindakan Fraud yang besifat pelanggaran terhadap nilai – nilai etika bisnis. Solusi Berdasarkan kasus di atas maka kita dapat memberikan beberapa solusi dan analisa dari segi Fraud dan etika bisnis. Pertama, tindakan yang dilakukan oleh PT.Mulia Berkat adalah sesuatu yang salah, karena ia telah tertulis sebagai pihak yang memenangkan tender namun kemudian menyerahkan kepada PT.Makmur Gading sebagai pelaksana proyek. Nilai proyek Rp
    17. 17 2,4 miliar yang tertulis dalam kontrak namun diberikan kesepakatan di bawah tangan kepada PT.Makmur Gading sebesar Rp 1,9 miliar. Artinya PT.Mulia Berikat memperoleh keuntungan sebesar Rp.500.000.000,- tanpa mengerjakan apapun. Ini adalah suatu pelanggaran etika bisnis yang memiliki muatan Fraud. Kedua, PT.Makmur Gading dalam pengerjaan proyek tersebut berkeinginan untuk melakukan tindakan yang bersifat manipulasi, seperti penanaman 4.000 pohon menjadi hanya 3.900 pohon. Dan ukuran besar pohon dalam kesepakatan tingginya 40 cm menjadi bervariasi yaitu 50% berukuran tinggi 40 cm dan 50% lagi berukuran tinggi 30 cm, bahkan juka perlu menanam pohon dengan mencampur yang tingginya hanya 25 cm saja. Dan juga berbagai strategi lainnya. Tindakan ini jelas bersifat Fraud dan melanggar nilai-nilai etika bisnis. Dengan begitu kita bisa menyimpulkan jika kedua jenis perusahaan tersebut telah melakukan tindakan Fraud dan bersifat pelanggaran nilai-nilai etika bisnis. Lebih jauh mereka berdua harus mendapat teguran dari pihak terkait atau perbuatan yang dilakukan tersebut. Adapun solusi yang dapat kita berikan untuk kasus ini sebaiknya PT Makmur Gading tidak menerima tawaran yang diajukan oleh PT.Mulia Berkat, karena itu melanggar aturan etika bisnis yang berlaku. Kasus 2 : Pada bulan Mei tahun 1968, Ford Motor Company, berdasarkan rekomendasi saat itu wakil presiden Lee Iacocca, memutuskan untuk memperkenalkan mobil subkompak untuk menghadapi persingan kuat dari Volkswagen. Demi mendapatkan pangsa pasar yang besar, mobil tersebut dirancang dan dikembangkan secara cepat di dalam negeri. Yang di maksud secara cepat di sini adalah bahwa desain dan pengujian pra produksi biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga setengah tahun dan pengaturan produksi yang sebenarnya agak lebih lama, namun pada kenyataanya desain Ford Pinto dimulai pada tahun 1968 dan produksi dimulai tahun 1970. Tujuan lain Ford Pinto adalah memproduksi mobil dengan berat sebesar 2.000 pound, dengan label harga sebesar $2.000 atau kurang. Dan ternyata selama beberapa tahun penjualan pertama Pinto bisa dikatakan sangat bagus, karena total penjualan mencapai 3.200.000 unit dari berbagai varian. Banyak laporan yang dilewatkan dalam rantai komando selama desain dan proses persetujuan, termasuk beberapa diantaranya yang menguraikan hasil tes tumbukan, dan usulan.

    ReplyDelete
  10. Assalamualaikum.
    Nama : Eni Puspita
    Npm : 19210022
    Dalam study kasus tersebut PT Ervia yang memenangkan tender penanaman 4.000 pohon penghijauan di sebut pergunungan, aturan PT Ervia yang menyelesaikan penanaman pohon tersebut bukam mengalihkan ke PT Eni saya tidak setuju
    Keputusan yang di lakukan oleh PT Eni gading menerima proyek merupakan kesalahan juga, melanggar etika proyek
    Kemungkinan yang terjadi PT Ervia tersebut telah melanggar perjanjian yang telah di buat PT yang berkerja sama menghentikan kerja sama olehnya karena ketidak jujuran PT Ervia dalam tender tersebut

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum
    Nama : Siti Mutmainah
    Npm. : 19210018
    Izin menanggapi dari study kasus yang tertera diatas .
    Mengenai PT ervia yang telah memenangkan tender atas PT Enik dengan 4.000 pohon penghijauan yang berfungsi untuk penghijauan suatu pegunungan dengan nilai proyek sebesar Rp 2,4 M.

    Selain itu tender adalah aktivitas yang sering dilakukan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Biasanya aktivitas ini akan melibatkan dua belah pihak, yaitu penyelenggara dan vendor atau penyedia. Tender tidak selalu berhubungan dengan pengadaan atau lelang oleh pemerintahan, ada juga pihak swasta yang mengadakan tender.

    Dari kasus di atas menurut saya akan terjadi beberapa kondisi seperti PT.Eni gading akan sangat kesulitan memenuhi tugasnya mengingat tidak semua rencana berjalan dengan lancar seperti pencatatan jumblah bibit akan lebih sulit karena bibit memiliki ukuran yg bervariasi dan juga kesulitan memenuhi target karena keterbatasan waktu.Dan jga kondisi lainya tentu PT.Ervia berikat akan berpeluang gagal memenuhi target dari tander yg mereka menangkan.

    Maka dari itu solusi yg dapat saya berikan adalah sebagai berikut : untuk PT.Eni gading hanya bertugas memenuhi 70% dari target yg di tentukan dengan detail tanaman yg mereka penuhi adalah yg sesuai target yaitu 40cm dengan begitu maka peluang keberhasilan akan meningkatkan.dan sisanya sebanyak 30% akan di selesaikan oleh PT.Ervia berikat dengan detail tanaman 40 dan 30 cm,dengan begitu maka peluang mereka memenuhi pesanan akan lebih tinggi.

    Menurut saya keputusan PT.Ervia berikat tersebut terbilang terlalu beresiko dan kurang tepat karena meskipun keuntungan nya lumayan namun waktu yg mereka dapat cenderung tidak memungkinkan untuk memenuhi semua tugas dengan baik belum lagi kondisi di lapangan seperti ketersediaan bibit yg belum pasti dan dapat menghambat pekerjaan mereka.
    Terimakasih..

    ReplyDelete
  12. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Saya Lutfi Marfuah dengan npm 19210024
    Menurut saya sikap PT Ervia dan PT Eni tidak benar dalam mengatasi risiko bisnis karena melanggar atau tidak sesuai dengan etika bisnis. PT Ervia seharusnya bertanggung jawab terhadap tender yang diterima. Jika terkendala dalam melaksanakan tanggung jawab tersebut, PT Ervia seharusnya melakukan identifikasi dan evaluasi risiko sebagai jalan dalam mengatasi risiko tersebut. Setelah hal tersebut dilakukan, mungkin bisa melakukan mitigasi risiko dimana merupakan tindakan terencana dan berkelanjutan yang dilakukan oleh pemilik risiko agar bisa mengurangi dampak dari suatu kejadian yang berpotensi atau telah merugikan atau membahayakan pemilik risiko tersebut. PT Ervia mungkin bisa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak misalnya masyarakat sekitar guna menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dari pemenangan tender tersebut.
    Untuk PT Eni, seharusnya tidak menerima begitu saja pengalihan risiko atau transfer risiko dari PT Ervia tersebut. Karena hal tersebut tidak bisa dibenarkan. PT Eni perlu memikirkan apa akibat karena menerima risiko dari PT Ervia tersebut dengan melakukan identifikasi dan evaluasi risiko. PT Eni dikatakan lebih salah karena tidak sepenuhnya menyelesaikan transfer risiko dari PT Ervia tersebut. PT Eni melakukan manipulasi terhadap tugas yang seharusnya dilakukan.

    PT Eni dan PT Ervia sama-sama tidak menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Hal tersebut memungkinkan akan mempengaruhi bahkan merusak kepercayaan di setiap pihak di masa yang akan datang dan menimbulkan kerenggangan atau kesenjangan diantara pihak-pihak tersebut.

    ReplyDelete
  13. Assalamu'alaikum, saya husnul khotimah npm 19210011, akan coba menanggapai studi kasus yang telah dijelaskan di atas, mrlihat tindakan yang dialkukan oleh kedua perusahaan itu menunjukan hal yang tidak benar. mengapa demikian?
    sebab ketika kontrak tender telah dimenangkan dan di tanda tangani oleh pihak bersangkjutan yakni pemberi dan penerima tender maka akan ada tanggung jawab yang besar bagi perusahaan penerima tender baik sebagai penyelenggara dan nama baik perusahaan, kerugian dan lainnya. PT. Ervia yang memebrikan tender kepada PT. Eni merupakan hal yang tidak tepat kareana tanggung jawab awal milik PT. Ervia sehingga ini sudah melanggar kontrak, kemudia tindakan yang dilakukan PT Eni pun salah sebab dalam kontak sudah disebutkan dengan jelas bahwa pohon yang akan ditanam 4.000 pohon bukan 3.900, kemudian ukuran pohon pun di mix, yang seharusnya 40 cm, menjadi 30 dan bahkan 25 cm, hal ini sama saja dengan penipuan publik.yang akan berimbas pada nama baik, penilain masyarakat, dan kepercayaan, uyng vatalnya dapat menurunkan nilai saham perusahaan yang menyebaklan suatu perusahaan dapat gulung tikar. solusi yang ditawarkan adalah jadikan perusahaan Ervia menjadi bendera pengganti untuk mendapatkan tender secara utuh tanpa mengurangi jumlah uang untuk tender jadi jumlah pohon tidak berkurang begitupun ukuran pohon yang tetap dann tidak berubah. atau PT Ervia memberika uang ejumalah aslinya, sebagai bentuk tanggung jawab karena melimpahkan tanggug jawabnya. sekia terimakasih

    ReplyDelete

Post a Comment