Pertumbuhan Penduduk Dalam Pembangunan

Post a Comment

Pembangunan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk yang diukur dengan pendapatan riil perkapita. Menurut BPS penduduk merupakan semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap.

Pendapatan riil perkapita adalah pendapatan nasional riil atau output secara keseluruhan yang dihasilkan pada suatu negara selama satu tahun dibagi dengan jumlah penduduknya. Dengan demikian kualitas hidup tidak akan dapat ditingkatkan kecuali jika output total meningkat lebih cepat dari pada pertumbuhan jumlah penduduk.

Dalam pembangunan ekonomi terdapat perpacuan antara perkembangan pendapatan riil (total output) dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Hal ini sangat penting karena pertumbuhan penduduk berkaitan dengan masalah persediaan bahan makanan dan sumber-sumber riil yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan akan berpengaruh terhadap kualitas hidup penduduk itu sendiri. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi juga dapat mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk.

Dengan demikian yang menjadi permasalahan dalam pertumbuhan penduduk adalah tingginya pertumbuhan jumlah penduduk di negara sedang berkembang. Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi ini dapat menimbulkan berbagai masalah dan hambatan dalam pembangunan ekonomi terutama masalah ketenagakerjaan, karena kemampuan negaa sedang berkembang dalam menciptakan lapangan kerja baru sangat terbatas. 

Melihat kedua keadaan tersebut maka pertumbuhan penduduk biasanya dapat menimbulkan masalah seperti struktur umur, makin meningkatnya jumlah pengangguran, urbanisasi, dan sebagainya.

Pertumbuhan Penduduk

Irawan dan Suparmoko, 1992 (Subandi, 2012: 99) mengatakan bahwa penduduk memiliki dua peranan dalam pembangunan ekonomi; satu dari segi permintaan dan yang lain dari segi penawaran. Dari segi permintaan penduduk bertindak sebagai konsumen dan dari penawaran penduduk bertindak sebagai produsen. Oleh karena itu, pertumbuhan penduduk yang cepat tidak selalu merupakan penghambat bagi pembangunan ekonomi. Hal ini terjadi jika penduduk mempunyai kapasitas yang tinggi untuk menghasilkan dan menyerap hasil produksinya. Jadi, pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan tingkat penghasilan yang rendah tidak ada gunanya bagi pembangunan ekonomi. 

Pertumbuhan penduduk di negara-negara maju justru menyumbang terhadap kenaikan pendapatan riil perkapita. Sehingga terkumpul tabungan penduduk yang siap untuk kebutuhan investasi. Dengan demikian bahwa pertumbuhan penduduk di negara maju berpotensi menambah penghasilan dan permintaan baru. Hal ini sesuai dengan teori A. Hansen (Subandi, 2012: 99) mengenaimstagnasi keluar (Secular Stagnation), yang mengatakan bahwa bertambahnya jumlah penduduk justru akan menciptakan/ memperbesar permintaan agresif, terutama investasi.

Keynes dan pengikutnya melihat perttumbuhan penduduk juga bertambah daya beli (purchasing power). Selain itu pertumbuhan penduduk juga meningkatkan dan memajukan produktivitas tenaga kerja dan permintaan tenaga kerja.

Sebaliknya pada negara-negara berkembang pertumbuhan penduduk yang cepat justru menghambat perkembangan ekonomi. Pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan output akan saling berkejaran, yang pada akhirnya dimenangkan oleh pertumbuhan penduduk. Hal tersebut merupakan pendapat para kaum klasik seperti Adam Smith, Ricrdo, dan Robert Malthus (Subadi, 2012: 100).

Karena penduduk juga berfungsi sebagai tenaga kerja, maka paling tidak akan terdapat kesulitan dalam penyediaan lapangan pekerjaan. Kalau penduduk tersebut mendapat pekerjaan, maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan bangsanya. Tetapi kalau tida mendapat pekerjaan, berarti mereka akan menganggur, dan justru akan menekan standar hidup bangsanya menjadi lebih rendah.

Sensus Penduduk Indonesia oleh BPS

sumber: BPS


Berdasarkan sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Indonesia berjumlah 270,20 juta jiwa pada September 2020 dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,25% pertahun. BPS juga menyatakan bahwa ratio jenis kelamin penduduk Indonesia lebih banyak berjenis kelamin laki-laki dibandingkan wanita. 

Struktur penduduk dapat menjadi salah satu modal pembangunan ketika jumlah penduduk usia produktif sangat besar. Hasil SP2020 mencatat mayoritas penduduk Indonesia didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Milenial. Proporsi Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi dan Generasi Milenial sebanyak 25,87 persen dari total populasi Indonesia. Kedua generasi ini termasuk dalam usia produktif yang dapat menjadi peluang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. 

Dari sisi demografi, seluruh Generasi X dan Generasi Milenial merupakan penduduk yang berada pada kelompok usia produktif pada tahun 2020. Sedangkan Generasi Z terdiri dari penduduk usia belum produktif dan produktif. Sekitar tujuh tahun lagi, seluruh Generasi Z akan berada pada kelompok penduduk usia produktif. Hal ini merupakan peluang dan tantangan bagi Indonesia, baik di masa sekarang maupun masa depan, karena generasi inilah yang berpotensi menjadi aktor dalam pembangunan yang akan menentukan masa depan Indonesia.

Siapa Generasi Z tersebut? Mari kita kenali komposisi penduduk menurut generasi berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Komposisi Penduduk Menurut Generasi, BPS 2020.

Generasi Pre-Boomer

Generasi pre-boomer merupakan generasi yang lahir sebelum tahun 1945 yang pada tahun 2020 memiliki usia > 75 tahun.

Generasi Boomer

Generasi Boomer merupakan generasi yang lahir pada tahun 1946 - 1964 yang pada tahun 2020 diperkirakan memiliki usia 56 - 74 tahun.

Generasi X

Generasi X merupakan generasi yang lahir pada tahun 1965 - 1980 yang pada tahun 2020 diperkirakan memiliki usia 40 - 55 tahun.

Generasi Millenial

Generasi Millenial merupakan generasi yang lahir pada tahun 1981 - 1996 yang pada tahun 2020 diperkirakan memiliki usia 24 - 39 tahun.

Generasi Z

Generasi Z merupakan generasi yang lahir pada tahun 1997 - 2012 yang pada tahun 2020 diperkirakan memiliki usia 8 - 23 tahun.

Post Generasi Z

Post generasi Z merupakan generasi yang lahir pada tahun 2013 keatas, yang memiliki usia sampai 7 tahun pada tahun 2020.

Sekarang Anda termasuk generasi yang mana?

Pembangunan yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini memberikan dampak yang positif dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat, salah satunya tercermin dari peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia. Konsekuensi dari meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia adalah terjadinya peningkatan persentase penduduk lanjut usia atau lansia (60 tahun ke atas). Persentase penduduk lansia Indonesia meningkat menjadi 9,78 persen di tahun 2020 dari 7,59 persen pada 2010 berdasarkan hasil SP2010. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2020 Indonesia berada dalam masa transisi menuju era ageing population yaitu ketika persentase penduduk usia 60 tahun keatas mencapai lebih dari 10 persen. 

Meskipun Indonesia sekarang berada dalam periode jendela kesempatan untuk dapat memetik bonus demografi, tetapi Indonesia harus mulai mempersiapkan diri untuk memasuki masa transisi menuju ageing population. Pemerintah perlu mulai mempersiapkan kebijakan-kebijakan pembangunan yang responsif terhadap kondisi kependudukan di Indonesia tersebut. Jika penduduk lansia tersebut memiliki kesehatan, pendidikan, dan keterampilan yang memadai, serta dapat terus berkontribusi dalam perekonomian, maka kelompok penduduk tersebut berpeluang membuka jendela kesempatan untuk Indonesia memperoleh bonus demografi kedua di masa yang akan datang.

Mr. Desbud
TEACHER OF SOCIAL STUDIES - ECONOMIC EDUCATION

Related Posts

Post a Comment

Subscribe